Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi
sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam
sebuah populasi menggunakan “per waktu unit” untuk pengukuran. Sebutan
pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies, tapi selalu mengarah pada
manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutan demografi nilai
pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk
dunia. (menurut Wikipedia)
Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang penting dalam masalah sosial ekonomi umumnya dan masalah penduduk pada khususnya. Karena di samping berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi penduduk juga akan berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi suatu daerah atau negara maupun dunia. (menurut MKDU ISD)
Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang penting dalam masalah sosial ekonomi umumnya dan masalah penduduk pada khususnya. Karena di samping berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi penduduk juga akan berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi suatu daerah atau negara maupun dunia. (menurut MKDU ISD)
Berikut
merupakan faktor-faktor dari pertumbuhan penduduk :
- Kelahiran
Kelahiran dapat dikatakan
sebagai faktor pertumbuhan penduduk yang paling tinggi. Bertambahnya jumlah
penduduk di suatu wilayah dapat dipastikan dengan melihat angka kelahiran di
wilayah tersebut.
Angka kelahiran di
Indonesia cenderung tinggi. Hal ini disebabkan masih terbatasnya tingkat
kesadaran masyarakat Indonesia itu sendiri. Pemerintah telah mengupayakan untuk
menekan angka kelahiran di Indonesia dengan melakukan berbagai macam program.
Walaupun masih belum mendapatkan hasil maksimal.
- Kematian
Faktor lainnya yang merupakan
faktor pertumbuhan penduduk adalah kematian. Angka kematian berpengaruh
terhadap penurunan jumlah angka pertumbuhan penduduk di suatu wilayah. Berbeda
dengan angka kelahiran yang merupakan faktor bertambahnya pertumbuhan penduduk.
Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa bila kelahiran lebih besar dari pada
kematian maka angka pertumbuhan penduduk tinggi, sedangkan bila sebaliknya maka
angka pertumbuhan penduduk rendah.
- Migrasi
Migrasi disebut juga dengan
perpindahan penduduk. Yang dimaksud dengan migrasi adalah perpindahan penduduk
dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS)
Indonesia migrasi dibagi menjadi 2 yaitu Migrasi seumur hidup dan Migrasi
risen. Migrasi seumur hidup adalah migrasi dimana tempat tinggal seseorang pada
saat pencacahan berbeda dengan tempat lahirnya sedangkan Migrasi risen adalah
migrasi dimana tempat tinggal seseorang pada saat pencacahan berbeda dengan
tempat tinggalnya 5 tahun yang lalu.
Migrasi memiliki beberapa
jenis atau macamnya, yaitu :
- Transmigrasi, yaitu perpindahan penduduk dari wilayah berpenduduk padat ke wilayah yang berpenduduk minim atau tidak ada sama sekali
- Urbanisasi, yaitu perpindahan dari desa ke kota
- Imigrasi, yaitu perpindahan seseorang dari suatu negara kenegara lain dimana ia bukan merupakan warga negara
- Emigrasi, yaitu tindakan seseorang untuk meninggalkan negaranya untuk menetap di negara tujuan
Migrasi merupakan faktor
pertumbuhan penduduk yang menentukan bertambah atau berkurangnya jumlah
pertumbuhan penduduk. Bila migrasi tidak terkontrol maka dapat dipastikan dapat
terjadi ketidakseimbangan pertumbuhan penduduk.
Dampak Negatif
Pertumbuhan Penduduk :
- Lahan tempat tinggal dan bercocok tanam berkurang
- semakin banyaknya polusi dan limbah yang berasal dari rumah tangga, pabrik, perusahaan, industri, peternakan, dll
- Angka pengangguran meningkat
- Angka kesehatan masyarakat menurun
- Angka kemiskinan meningkat
- Pembangunan daerah semakin dituntut banyak
- Ketersediaan pangan sulit
- Pemerintah harus membuat kebijakan yang rumit
- Angka kecukupan gizi memburuk
- Muncul wanah penyakit baru
Cara-cara yang dapat
dilakukan untuk mengimbangi pertambahan jumlah penduduk :
- Penambahan dan penciptaan lapangan kerja dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat maka diharapkan hilangnya kepercayaan banyak anak banyak rejeki. Di samping itu pula diharapkan akan meningkatkan tingkat pendidikan yang akan merubah pola pikir dalam bidang kependudukan.
- Meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan. Dengan semakin sadar akan dampak dan efek dari laju pertumbuhan yang tidak terkontrol, maka diharapkan masyarakat umum secara sukarela turut mensukseskan gerakan keluarga berencana.
- Mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi Dengan menyebar penduduk pada daerah-daerah yang memiliki kepadatan penduduk rendah diharapkan mampu menekan laju pengangguran akibat tidak sepadan antara jumlah penduduk dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia.
- Meningkatkan produksi dan pencarian sumber makanan. Hal ini untuk mengimbangi jangan sampai persediaan bahan pangan tidak diikuti dengan laju pertumbuhan. Setiap daerah diharapkan mengusahakan swasembada pangan agar tidak ketergantungan dengan daerah lainnya.
Narasumber : vionaonha

0 comments:
Post a Comment