Implementasi Komputasi pada Bidang Fisika
Implementasi komputasi moderndi bidang fisika ada Computational Physics yang
mempelajari suatu gabungan antara Fisika,Komputer Sain dan Matematika
Terapan untuk memberikan solusi pada “Kejadian dan masalah yang komplek pada
dunia nyata” baik dengan menggunakan simulasi juga penggunaan algoritma yang
tepat.
Pemahaman fisika pada teori, experimen, dan komputasi haruslah sebanding, agar
dihasilkan solusi numerik dan visualizasi /pemodelan yang tepat untuk memahami
masalah Fisika. Untuk melakukan perkerjaan seperti evaluasi
integral,penyelesaian persamaan differensial, penyelesaian persamaan simultans,
mem-plot suatu fungsi/data, membuat pengembangan suatu seri fungsi, menemukan
akar persamaan dan bekerja dengan bilangan komplek yang menjadi tujuan
penerapan fisika komputasi.
Banyak perangkat lunak ataupun bahasa yang digunakan, baik MatLab, Visual
Basic, Fortran,Open Source Physics (OSP), Labview, Mathematica, dan lain
sebagainya digunakan untuk pemahaman dan pencarian solusi numerik dari
masalah-masalah pada Fisika komputasi.
Adapun contoh dari system fisik
yaitu computer digital, computer quantum, computer penganalisa DNA, dll. Dari sudut
pandang ini sampai muncul cabang ilmu bernama Physics Computation. Bahkan ada
sudut pandang yang lebih radikal berbasisi dalil Digital Physicyang menyatakan
bahwa evolusi alam semesta itu sendiri adalah sebuah proses komputasi – disebut
Pancomputationalism.
Penerapan
Model Komputasi :
- Mesin Mealy : adalah otomasi fase berhingga (finite state automaton atay finite state tranducer) yang menghasilkan keluaran berdasarkan fase saat itu dan bagian masukan / input.
- Mesin Moore : otomasi fase berhingga ( finite state automaton) dimana keluarannya ditentukan hanya oleh fase saat itu ( dan tidak terpengaruh oleh bagian masukan / input).
- Petri Net : salah satu model untuk merepresentasikan system terdistribusi diskret. Sebagai sebuah model, ptri net merupakan grafik 2 arah yang terdiri dari place, transition, dan tanda panah yang menghubungkan keduanya.
Implementasi Komputasi pada Bidang Matematika
Implementasi komputasi modern dibidang
matematika ada numerical analysis yaitu sebuah algoritma dipakai untuk
menganalusa masalah-masalah matematika. Bidang analis numeriksudah dikembangkan
berabad-abad sebelum penemuan computer modern. Interpolaso linear sudah
digunakan lebih dari 2000 tahun yang lalu. Banyak matematikawan besar dari masa
lalu disibukkan oleh analisis numerik, seperti yang terlihat jelas dari nama
algoritma penting seperti metode Newton, interpolasi polynomial Lagrange,
eliminasi Gauss, atau metode Euler.
Buku-buku besar berisi rumus dan table data
seperti interplasi titik dan koefisien fungsi diciptakan untuk memudahkan
perhitungan tangan. Dengan menggunakan table ini (seringkali menampilkan
perhitungan sampai 16 angka decimal atau lebih untuk beberapa fungsi), kita bias
melihat nilai-nilai untuk diisikan ke dalam rumus yang diberikan untuk beberapa
fungsi), kita bias melihat nilai-nilai untuk diisikan ke dalam rumus yang
diberikan dan mencapai perkiraan numeris sangat baik untuk beberapa fungsi. Karya
utama dalam bidang ini adalah penerbitan NIST yang di sunting oleh Abramovich
dan Stegun, sebuah buku setebal 1000 halaman lebih. Buku ini berisi banyak
sekali rumus yang umum digunakan dan fungsi dan nilai-nilainya dibnyak titik. Nilai
F-nilai fungsi tersebut tidak lagi terlalu berguna ketika computer tersedia,
namun senarai rumus masih mungkin sangat berguna.
Kalkulator mekanik juga dikembangkan sebagai
alat untuk perhitungan tangan. Kalkulator berevolusi menjadi computer elektronik
pada tahun 1940. Kemudian ditemukan bahwa
computer juga berguna untuk tujuan administrative. Tetapi penemuan
komputer.
Implementasi Komputasi pada
Bidang Geografi
Implementasi komputasi modern di bidang
Geografi diterapkan pada GIS (Geographic Information System) yang merupakan system
informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial
(bereferensi keruangan) atau dalam arti yang lebih sempit adalah system computer
yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan
informasi berefrensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut
lokasinya, dalam sebuah database. Para praktisi juga memasukkan orang yang
membangun dan mgeopreasikannya dan data sebagai bagian dari system ini.
Teknologi system informasi Geografis dapat
digunakan untuk investiasi ilmiah pengelolaan sumber daya, perencanaan pembangunan,
kartografi dan perencanaan rute. Misalnya, GIS bias membantu perencana untk
secara cepat menghitung waktu tanggap darurat saat terjadi bencana alam, atau
GIS dapat digunakan untuk mencari lahan basah (wetlands) yang membutuhkan
pelindungan dari polusi.
Source : rizki80
0 comments:
Post a Comment